Minggu, 17 Januari 2016

#kamitidaktakut

Ehem,

udah 2016 aja sementara posting terakhir 2015 di bulan apa tauk. Padahal 2015 adalah tahun yang berkesan banget karena Alhamdulillah akhirnya saya dipercaya jadi #ibukpika. Kayaknya sih saking banyaknya yang pengen ditulis jadi akhirnya malah ngga nulis apa apa *alesan*. Apapun itu, terimakasih 2015 dan marilah kita sambit 2016 dengan harapan ngeblog bisa lebih sering biar ngga banyak kejadian dalam hidup yang nggak terdokumentasikan, amin.

Akhir akhir ini lagi rame masalah bom bunuh diri di sarinah yang disertai dengan adegan tembak menembak antara pelaku bom dengan kepolisian, yang kayaknya seru banget sampe ditonton banyak orang disekitar kejadian. Bukan itu aja, di medsos lebih rame lagi dan memunculkan berita-berita tambahan kayak misalnya polisi ganteng, asongan jalan terus, ibu-ibu selfie didepan pelaku bom, sampe masalah polisi pakek barang branded pun dibahas. Belum cukup dengan itu semua, karena sekarang lagi pada hobi bikin meme, maka meme meme pun bertebaran banyak banget yang bahas masalah bom bunuh diri ini.

Kejadian bom bunuh diri yang seharusnya mengerikan ini malah lama-lama berubah jadi….LUCU. ya, lucu, karena saking banyaknya meme meme yang nge-bully pelaku bom bunuh diri. Mulai dari dikira budeg (harusnya ngebom suriah bukan sarinah) sampe dikasihanin karena malah buat tontonan masyarakat sekitar. Ternyata masyarakat nggak takut dengan bom bundir itu.

Dan puncaknya bermunculanlah gerakan #kamitidaktakut dari yang awalnya Cuma hashtag sampe gerakan yang turun ke jalan dan iklan-iklan di televisi. Bagi beberapa orang mungkin gerakan #kamitidaktakut adalah gerakan perlawanan bagi para teroris, bahwa kalau tujuan para teroris melakukan bom bundir ini adalah menebar ketakutan, maka mereka tidak berhasil karena kenyataannya warga Jakarta tidak takut terhadap acaman bom bundir tersebut.

Ya bolehlah sekalikali kita menertawakan kejadian dalam hidup ini, tapi jangan berlebihan donk. Saya pribadi tidak setuju dengan gerakan #kamitidaktakut ini karena kesannya jadi kayak nantang para teroris untuk lebih gila lagi melakukan aksinya. Loh iya loh, ini tuh hal serius, bukan becandaan kayak yang di meme meme itu. Bayangin aja, mereka yang bunuh diri pakek bom itu udah di cuci otak sedemikian rupa sampe mau melakukan tindakan konyol macam itu. Mereka, bisa jadi adalah sodara kita, teman kita, anggota keluarga besar kita, yang kena brainwash mengerikan. Seharusnya kejadian ini jadi warning buat kita untuk lebih waspada karena bahaya terorisme sudah menyebar sangat luas dan bisa jadi kita nggak menyadarinya. Untung aja pas kejadian bom bundir ini aparat polisi udah siap siaga membekuk para teroris, coba kalau telat dan sarinah atau gedung disekitarnya berhasil dibom sama teroris, kan ngeri banget efeknya. Bisa bisa korban berjatuhan banyak banget kayak tragedi paris.

Di facebook saya pernah baca artikel yang bilang kalau warga Indonesia itu udah kebal sama terror, bom bundir yang kemaren itu masih kalah sama teror debt collector, sinetronnya Ram Punjabi, ngebutnya Kopaja dan kelakuan anggota DPR. Yahh itu sih masalah lain lagi, tapi masalah terorisme menurut saya masalah yang nggak bisa dianggep remeh juga. Apalagi akibat dari bom bundir kemaren itu banyak juga yang meninggal kan? 3 orang sipil meninggal dan beberapa korban luka juga masih ada yang kritis dan dirawat di Rumah Sakit.

This is not a joke, this is a serious situation that could happened anytime in our place. Daripada main hashtag #kamitidaktakut saya kok lebih setuju hashtag #kitaharuswaspada. Ya, ini adalah peringatan biar kita lebih waspada lagi menjaga keamanan daerah kita, agar terorisme ngga menyebar lebih luas lagi.

Well, just my 2 cent.


Tidak ada komentar: