Senin, 06 Februari 2012

cahaya

itulah sebabnya ia disebut cahaya,
karena ia adalah energi
yang mengeksitasi elektron untuk melejit keluar dari orbitnya
cahaya adalah gelombang elektromagnetik
yang kecepatan nya adalah kelajuan maksimum yang dapat dilajui
oleh segala bentuk energi, materi, dan informasi dalam alam semesta




cahaya di siang ini
adalah cahaya yang dipancarkan oleh bintang berpijar bernama matahari
yang berasal dari cahaya bintang yang dipancarkan berjuta tahun lalu
cahaya yang kita lihat hari ini, adalah juga cahaya yang sama 
yang dilihat berjuta-juta tahun yang lampau
sedangkan warna adalah spektrum cahaya 
yang kemudian dipersepsikan secara visual oleh indera penglihatan


adalah gelap jika tidak ada cahaya
adalah pekat jika tidak ada yang menyinari
cahaya adalah pelita, petunjuk, harapan
lalu siapakah pemberi cahaya?





Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS 24 : 35)

adakalanya hidup terasa begitu berat
seolah tidak ada jalan keluar 
ketika melewati lorong-lorong yang gelap pekat
lalu harus bagaimana?

Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. (QS 24 : 40)

tidak ada jalan lain kecuali meminta
memohon 
agar diberikan cahaya oleh sang pemberi cahaya
karena selain Dia, tidak ada yang lain yang bisa

karena itulah Ia disebut cahaya,
karena keindahanNya tiada tara

4 komentar:

Mrs. Nuki mengatakan...

Mba Adit....apa kabar???

Tulisannya soal cahaya nice banget...keindahan cahaya ciptaaan-Nya memang subhanalloh...

HP Yitno mengatakan...

Siapa sang pemberi atau pencipta cahaya. Tentu sang maha pencipta langit, bumi dan segala isinya sobat.

EnNO mengatakan...

Allah Aja Wazalla....

aditya wulandari mengatakan...

@all : semoga tulisan diatas bisa menambah keimanan kita sama Allah SWT yaa..aminn