Selasa, 10 Mei 2011

tanggal 11

hari ini, 11 mei 2011

sebulan yang lalu, 11 april 2011 bapak saya berulang tahun yang ke 58 tahun
dua bulan yang lalu, 11 maret 2011 adik saya berpulang ke rahmatullah pada usia yang ke 24 tahun

sudah dua bulan berlalu sejak kepergian indra tapi kejadian hari itu tidak pernah bisa saya lupakan. semoga bukan karena saya tidak ikhlas dengan kepergiannya. semua terjadi karena ada sebabnya. Allah pasti lebih sayang pada dia daripada kami, orang-orang yang ditinggalkan. Allah pasti sudah menyediakan tempat yang terbaik disana untuk indra. tapi meski begitu, detik demi detik drama kepegiannya itu begitu membekas di hati. pedih dan menyakitkan sekali. apakah ini berarti saya harus menuliskannya agar beban ini sedikit berkurang?saya harap begitu

.......Hari Selasa 8 Maret 2011
adik saya masuk RS untuk injeksi albumin supaya kadar protein itu meningkat dalam darahnya. Selasa malam dia dibawa ke RS bersama bapak ibu saya. kenapa harus malam soalnya menunggu ada kamar kosong di RS itu. waktu dibawa ke RS adik saya posisi baik baik saja, selera makan baik cuma kakinya saja yang bengkak karena albumin rendah dan penyerapan air tidak bisa maksimal sehingga air tsb mengendap di kakinya. adik saya memang terkena penyakit LUPUS sejak tahun 2007.

.......Hari Rabu 9 Maret 2011
setelah sehari masuk RS adik saya mengalami gangguan kencing. air seni yang keluar sangat sedikit (mungkin karena dia tidak betah di RS) sehingga harus dipasang alat untuk membantu pengeluaran air seninya. alat itu sangat berisik hingga semalaman adik saya tidak bisa tidur. Akibatnya tensi darahnya naik hingga 180

Hari Kamis 10 Maret 2011
karena tensi darahnya yang sangat tinggi, suster/dokter (entahlah) memberikan obat penurun tekanan darah. saya tidak tau masalahnya apa tapi kata ibu setelah pemberian obat itu tekanan darah adik saya terus menerus turun...hingga malam hari mencapai 70..adik saya mulai sesak nafas. Saya hampir tiap hari mengirim sms ke adik saya. Hari itu adalah terakhir saya sms dia mengatakan bahwa besok saya akan pulang menjenguk dia. lalu dia cuma manjawab : yoi (sms terakhir dari indra). bayangkan, dalam keadaan sakit pun dia masih membalas sms saya.

Hari Jumat 11 Maret 2011
Karena adik saya sesak nafasnya tidak kunjung reda maka dokter memutuskan dia untuk dibawa ke Ruang HRD pada jumat siang. Ruangan HRD adalah ruang dibawah ICU untuk pengawasan yang lebih intensif dari suster dimana pasien bisa selalu dikontrol oleh suster. Pada waktu diberi kabar tentang itu saya sedang dalam perjalanan menuju Bandara Soetta jakarta dari suralaya. I just want to see you my brother. Setelah sampai Bandara saya langsung menuju semarang penerbangan jam 7. sampai si semarang sekitar jam 8 dijemput oki untuk menuju ke RS. saya agak heran dengan wajah suami saya yang pucat dan lesu, saya sempat berpikir dia sedang mengkhawatirkan apa ternyata waktu itu adik saya sudah dimasukkan ke ruang ICU. Kabar ini tidak disampaikan pada saya baik oleh ibu maupun oki. waktu di ruang ICU itu dilakukan operasi untuk melubangi jantungnya untuk memasukkan oksigen karena detak jantungnya sudah melemah.

Setelah sampai di RS seluruh keluarga sudah berkumpul : bapak, ibu, tante dan om saya. kemudian bapak mengantar saya masuk ke ruang ICU tapi ternyata sudah tidak boleh lagi berkunjung. pintu ICU sudah saya ketok ketok kemudian saya coba untuk dibuka tapi tetap tidak bisa terbuka. akhirnya karena tidak bisa masuk saya mengantar oki makan malam dan sholat di mushola. sebelumnya saat bertemu ibu saya, beliau sempat bilang : 'mungkin kita harus ikhlas, ya' tapi saya mengatakan 'tenang saja, tidak akan terjadi apa2 pada indra'. kenyataannya setelah selesai sholat isya' saya mendengar bapak saya berlari lari mengabarkan bahwa adik saya sudah tidak ada. saya pun lemas lunglai. jujur saya tidak merasa apa apa saking shocknya..menangis pun tidak.. hanya rasa hampa. saya lalu berjalan menuju ruang ICU dengan langkah gontai. melihat adik saya di pembaringan. tubuhnya dingin tapi saya memegang tangannya dan mencium pipinya. saya bilang tidurlah yang tenang sekarang tidak ada lagi rasa sakit untuknya.

kemudian kami mengabari banyak orang serta mengurus administrasinya sembari tubuh adik saya dibersihkan oleh tenaga medis. jujur saya sempat menyalahkan dokter dan pekerja medis disana. tapi mereka hanya berkata penyakitnya sudah parah dan menyebar. WTF kalian tidak tahu bagaimana rasanya!

proses penyelesaian medis dan menunggu mobil jenazah kurang lebih 3 jam. sangat lama karena kasir RS mengharuskan kami membayar biaya pengobatan yang nilainya puluhan juta itu terlebih dahulu baru jenazah bisa dibawa pulang. bayangkan dalam kesedihan itu kami masih harus mencari atm yang buka untuk mengambil uang. padahal adik saya masih dalam tanggungan kantor bapak saya dan langganan di RS itu. jujur...saya trauma sekali dengan RS itu.

Alhamdulillah sekitar jam setengah 1 malam jenazah adik saya bisa dibawa ke rumah dengan menggunakan Mobil dari RS. saya dan ibu duduk di depan sementara bapak saya dibelakang dengan jenazah. perjalanan malam itu terasa begituu mencekam. kesedihan dihati saya mulai terasa..perjalanan terakhir kami sekeluarga berempat adalah saat itu..dan bukan menggunakan mobil keluarga kami tapi menggunakan mobil jenazah.

begitu sampai di rumah ibu langsung menangis histeris. untunglah ada saudara dan tetangga kami yang sudah berkumpul di rumah sehingga bisa menenangkan ibu. mereka bahkan menyiapkan dipan, tikar, es batu, buku yasin dan semua perlengkapan yang dibutuhkan. malam itu kami membacakan yasin untuk adik saya. saya seperti melihat adik saya sedang tidur, saya biasa membacakan cerita untuk dia maka waktu saya membaca yasin itu seperti bercerita pada dia. subhanallah saat selesai membaca yasin beberapa kali dilanjutkan solat malam dan solat subuh wajah adik saya berubah menjadi tersenyum...mungkin malaikat sudah menunjukkan tempat dimana ia akan tinggal nanti. mungkin tempat itu begitu indah hingga ia tersenyum, mungkin juga ia ingin memberikan senyum terakhirnya untuk kami, keluarga yang begituu menyayangi dia.

pagi hari sekitar jam 6 rombongan orang yang akan memandikan jenazah dari yayasan kematian tiba dan memandikan serta mengkafani adik saya. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar tidak ada kendala sampai saat persemayamannya sebelum dikuburkan. Orang-orang yang datang melayat banyak sekali dan Pak kyai pembimbing kami haji bahkan datang untuk menyolatkan. Pak kyai dari Panti asuhan yang sering disumbang adik saya (meskipun sedikit tapi dia selalu berusaha untuk menyumbang pada panti asuhan) pun datang dan berjanji menyolatkan di panti bersama anak yatim untuk indra. Alhamdulillah. yang paling membuat saya trenyuh adalah teman-teman sekolahnya dan tetangga2 di rumah kami yang dulu semuanya juga datang. padahal adik saya adalah anak yang pendiam dan jarang berada di keramaian, namun di hari pemakamannya rumah kami sangat ramai dikunjungi pelayat. Subhanallah semoga khusnul khotimah dan banyak yang mendoakan, aminnn.

Pukul 10 pagi jenazah dibawa ke TPU untuk dimakamkan dan prosesnya juga berjalan dengan lancar. saya ingat berdiri di bawah pohon waktu pemakaman berlangsung. tiba tiba turun gerimis dan daun daun pohon itu jatuh berguguran dibawa angin. bagi saya itu adalah salam perpisahan dari adik saya. saya sempat khawatir turun hujan tapi alhamdulillah tidak turun hujan sampai pemakaman selesai. Jujur saya merasa ada banyak sekali kemudahan dalam mengurusi tetek bengek pemakaman adik saya. Semoga ini pertanda kebaikan menyertainya sampai di alam sana. sekarang, hanya doa yang bisa saya kirimkan untuk dia disana. semoga kedamaian yang ia dapatkan disana, dilapangkan dan terang alam kuburnya, diampuni dosa dosanya. amiiiin

one day in your life..when you find that you're always waiting..for a love we used to share..just call my name...and i'll be there

2 komentar:

Allisa Yustica Krones mengatakan...

Dit, kamu sukses bikin aku nangis sore ini...dan aku gak bisa ngebayangin betapa hebat tangismu untuk kepergian adekmu...

Tuhan tahu yang terbaik untuk adekmu, Dit...

aditya mengatakan...

iya lis Tuhan pasti memberi tempat terbaik untuk adikku

makasih ya