Minggu, 11 Mei 2008

traumi


rupanya aq mengalami traumi*halah trauma maksudnya mengendarai motor dengan kecepatan yang menurut orang2 terlalu tinggi (pdhl menurutku biasa aja lho). gara2 insiden kecil yang terjadi hari kamis kemaren.ada orang jalan ga nengak nengok kanan kiri, n aq melaju dgn kecepatan yg agak lambat soalnya ada angkot brenti di sblah kiriku.tp orang itu terlanjur nyebrang n BRAKKKKKKKK, nabrak deh.aq jatuh orang itu jatuh, langsung tak maki2 (merasa tidak bersalah).orangnya cuma diem aja pasrah tak maki2 tp tetep minta duit buat biaya urut.motorku bentuknya jadi ga jelas untung banyak bapak2 yg nolongin (bersyukur masih banyak org baik di dunia ini).


mmm cukup sulit utk memberanikan diri menceritakan kejadian ini, bahkan pada ibuku (secara beliau akan memaki2,membodoh2kan,dan mengatakan andai saja aq menuruti perintahnya untuk naik motor dengan kecepatan 40 km/jam wkkkkk), secara kejadian ini akan menurunkan kredibilitasku sebagai pengemudi kendaraan yang ngebut dan benar.ahh memalukan...


yang paling membuat traumi adalah ketika aq terjatuh dari motor dan beberapa meter di depanku ada angkot yang akan melintas...wewwwww...langsung aq bangun dari jatuhku dan sampai sekarang masih tersisa ketakutan yang amat sangat tentang...bagaimana kalau roda angkot itu melindas kepalaku...hiiiiyyyy...oke lah daripada itu terjadi aq lebih baik berkecepatan 60 km/jam*deal mum.


alhamdulillah...masih diberi selamat....alhamdulillah reparasi motor habis 300 rb....alhamdulillah bibir jontor kena aspal.....alhamdulillah selalu memakai helm (it's protected my head, really)...itulah sebabnya aq selalu memakai helm kemanapun pergi, huahhh


1 komentar:

SUSILO mengatakan...

jangan traumi, ngebut asik juga kok, tapi paling asik jalan lambat, soale bisa menikmati pemandangan alam sekitar