Langsung ke konten utama

Berita kriminal

 Siapa yang akhir-akhir ini pusing karena sering denger berita kriminal????
*angkattangan*

Saya itu dari dulu paling nggak seneng sama berita kriminal, eh sama kali ya semua orang juga gitu. Tapi bener-bener loh saya anti dengerin dan nonton tayangan tentang kriminal, mau di televisi, radio, koran, media online, apapun lah. Biasanya langsung tak matikan TVnya atau ganti channel/baca berita yang lain.

Kebalikannya, ibu saya malah hobi bener nonton berita, terutama berita yang heboh-heboh apalagi kalau bukan berita kriminal, kecelakaan, kebakaran dll.

Hedeh
 
Jadilah dirumah saya sering ngungsi ke kamar kalau ibu udah mulai heboh nyetel acara tv macam p*troli, b*ser dan halop*lisi.

Kriminalitas sih sebenernya pasti udah ada sejak jaman nabi adam ya *lebay* maksudnya dari jaman dulu. Berita kriminal juga di jaman TV cuman ada TVRI kan juga udah ada ya, tapi kok perasaan nggak ngeri kayak sekardang ya, entah karena kriminalitasnya jaman sekarang yang makin tinggi, penjahat-penjahatnya makin sadis, atau pemberitaan yang semakin hiperbola. Secara semakin hari kan persaingan media semakin menggila ya, jadi untuk merebut perhatian pembaca para media ini jadi perlu membuat judul berita yang heboh.
Ibaratnya makin heboh makin seru makin banyak yang baca. Lha padahal sebagai pembaca&pendengar, masyarakat awam macam saya ini kan kasian ya kalau dibombardir berita-berita mengerikan kayak mutilasi, perkosaan, penganiayaan yang dibesar-besarkan kayak gitu. Efeknya dari mulai parno, nggak berani ngapa-ngapain, pusing, sampe tekanan darah tinggi.  Ini nggak boong loh, kejadian di ibu saya. Beberapa hari lalu ibu bilang ke saya kalau kepalanya pusing, saya Tanya kenapa, katanya gara-gara nggak bisa tidur soalnya kepikiran berita kasus eno&cangkul yang sadis banget itu. Nah pusingnya ibu ini nggak hilang dalam sehari jadi bikin kepalanya tegang dan tensinya naik.

Hedeh

Sejak saat itu saya melarang ibu baca d*tik.com di tablet. Lha tapi nanti nggak tau berita, begitu kata ibu. Dan saya pun menjawab, liat di berita biasa aja tapi cuma boleh sehari sekali, biar apa, biar nggak parno.


Komentar

Allisa Yustica Krones mengatakan…
Kebanyakan nonton berita kriminalitas memang bikin parno. Makanya aku juga ogah kebanyakan baca ato nonton berita2 kejahatan. Apalagi klo level sadisnya kayak pembunuhan si Eno itu..beuuuhh...semakin dibaca, semakin ngilu rasanya
mbak_tiyak mengatakan…
Iya mending ngga baca sih kalo aku, baca judulnya aja udah ngeri
Lidya mengatakan…
aku hampir ga pernah nonton berita soalnya isinya mengerikan apalagi kalau nontonnya sama anak2

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...