Langsung ke konten utama

#kamitidaktakut

Ehem,

udah 2016 aja sementara posting terakhir 2015 di bulan apa tauk. Padahal 2015 adalah tahun yang berkesan banget karena Alhamdulillah akhirnya saya dipercaya jadi #ibukpika. Kayaknya sih saking banyaknya yang pengen ditulis jadi akhirnya malah ngga nulis apa apa *alesan*. Apapun itu, terimakasih 2015 dan marilah kita sambit 2016 dengan harapan ngeblog bisa lebih sering biar ngga banyak kejadian dalam hidup yang nggak terdokumentasikan, amin.

Akhir akhir ini lagi rame masalah bom bunuh diri di sarinah yang disertai dengan adegan tembak menembak antara pelaku bom dengan kepolisian, yang kayaknya seru banget sampe ditonton banyak orang disekitar kejadian. Bukan itu aja, di medsos lebih rame lagi dan memunculkan berita-berita tambahan kayak misalnya polisi ganteng, asongan jalan terus, ibu-ibu selfie didepan pelaku bom, sampe masalah polisi pakek barang branded pun dibahas. Belum cukup dengan itu semua, karena sekarang lagi pada hobi bikin meme, maka meme meme pun bertebaran banyak banget yang bahas masalah bom bunuh diri ini.

Kejadian bom bunuh diri yang seharusnya mengerikan ini malah lama-lama berubah jadi….LUCU. ya, lucu, karena saking banyaknya meme meme yang nge-bully pelaku bom bunuh diri. Mulai dari dikira budeg (harusnya ngebom suriah bukan sarinah) sampe dikasihanin karena malah buat tontonan masyarakat sekitar. Ternyata masyarakat nggak takut dengan bom bundir itu.

Dan puncaknya bermunculanlah gerakan #kamitidaktakut dari yang awalnya Cuma hashtag sampe gerakan yang turun ke jalan dan iklan-iklan di televisi. Bagi beberapa orang mungkin gerakan #kamitidaktakut adalah gerakan perlawanan bagi para teroris, bahwa kalau tujuan para teroris melakukan bom bundir ini adalah menebar ketakutan, maka mereka tidak berhasil karena kenyataannya warga Jakarta tidak takut terhadap acaman bom bundir tersebut.

Ya bolehlah sekalikali kita menertawakan kejadian dalam hidup ini, tapi jangan berlebihan donk. Saya pribadi tidak setuju dengan gerakan #kamitidaktakut ini karena kesannya jadi kayak nantang para teroris untuk lebih gila lagi melakukan aksinya. Loh iya loh, ini tuh hal serius, bukan becandaan kayak yang di meme meme itu. Bayangin aja, mereka yang bunuh diri pakek bom itu udah di cuci otak sedemikian rupa sampe mau melakukan tindakan konyol macam itu. Mereka, bisa jadi adalah sodara kita, teman kita, anggota keluarga besar kita, yang kena brainwash mengerikan. Seharusnya kejadian ini jadi warning buat kita untuk lebih waspada karena bahaya terorisme sudah menyebar sangat luas dan bisa jadi kita nggak menyadarinya. Untung aja pas kejadian bom bundir ini aparat polisi udah siap siaga membekuk para teroris, coba kalau telat dan sarinah atau gedung disekitarnya berhasil dibom sama teroris, kan ngeri banget efeknya. Bisa bisa korban berjatuhan banyak banget kayak tragedi paris.

Di facebook saya pernah baca artikel yang bilang kalau warga Indonesia itu udah kebal sama terror, bom bundir yang kemaren itu masih kalah sama teror debt collector, sinetronnya Ram Punjabi, ngebutnya Kopaja dan kelakuan anggota DPR. Yahh itu sih masalah lain lagi, tapi masalah terorisme menurut saya masalah yang nggak bisa dianggep remeh juga. Apalagi akibat dari bom bundir kemaren itu banyak juga yang meninggal kan? 3 orang sipil meninggal dan beberapa korban luka juga masih ada yang kritis dan dirawat di Rumah Sakit.

This is not a joke, this is a serious situation that could happened anytime in our place. Daripada main hashtag #kamitidaktakut saya kok lebih setuju hashtag #kitaharuswaspada. Ya, ini adalah peringatan biar kita lebih waspada lagi menjaga keamanan daerah kita, agar terorisme ngga menyebar lebih luas lagi.

Well, just my 2 cent.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...