Langsung ke konten utama

ibu dan mamah ku

suatu hari di bulan lalu

lokasi : mushola di rumah orang tua saya, ceritanya saya lagi mau sholat dzuhur, di sebelah saya ada ibu yang sudah selesai sholat.

adit    : *ngambil mukena di gantungan*

ibu     : loh kok pake mukena yang itu, biasanya kan paling seneng pake 
           mukena yang ini *nunjuk mukena sarung*, tadi udah ibu keluarin dari lemari 

adit    : eh, iya ya *terharu*


- - -


suatu hari yang lain di bulan yang lalu juga

lokasi : kamar mandi rumah mertua, ceritanya saya lagi mau mandi

adit        : *masuk kamar mandi tutup pintu*

mamah   : *gedor-gedor pintu* mbak..mbak ini handuknya lupa dibawa    
                *sambil bawain handuk*

adit        : *buka pintu* makasih mah *terharu lagi*


- - - 


bersyukur sekali, saya punya dua ibu, ibu kandung dan mamah mertua yang super baik hati, perhatian dan sepertinya lebih mengenal saya bahkan lebih dari saya sendiri. ibu kandung saya, ya tentu saja, sejak lahir sampai sebesar ini, semua kebutuhan saya selalu disediakan oleh ibu, cuma ibu yang paling mengerti saya lebih dari siapapun di dunia ini. dulu, saya sampe pernah berfikir nggak butuh siapa-siapa kecuali ibu. dan beruntungnya, sekarang setelah menikah, saya punya mertua yang juga baik hati dan menerima saya apa adanya.

ibu dan mamah mertua saya ini punya banyak kesamaan. jadi kalau saya pulang ke rumah orang tua ataupun ke rumah mertua, sering dimasakin masakan yang sama. pernah waktu di rumah ibu masak sayur asem, eh pas ke rumah oki, mamahnya juga masak sayur asem..hihihii lucu deh. dan kejadian itu gak hanya sekali tapi berulang kali dengan jenis masakan yang berbeda, heheee kok bisa ya pilihan masakannya sama begitu.

aaaahhh jadi pengen cepet-cepet pulang ke semarang lagi, ketemu ibu sama mamah, dan makan masakan mereka yang seringnya, 
sama

:x

Komentar

Allisa Yustica Krones mengatakan…
Lucu ya bisa sama gitu masakannya :D

Beruntungnya kamu Dit, sekali mudik bisa ketemu sama ibu dan mamah sekaligus...kalo aku, mama di mana, mertua di mana...dan masakannya juga gak mungkin sama, secara di medan masaknya arsik, di manado masaknya woku :D
mbak_tiyak mengatakan…
haha lebih beruntung lagi kalo bisa pindah ke semarang lis :D
Anonim mengatakan…
senengnya.....beruntung sekali dirimu :)

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...