Langsung ke konten utama

give thanks for the LDR

jumpa lagiii...jumpa maisy disini.. *tiba-tiba-inget-maisy


anu, nganu, ini udah lama gak ngeblog gara gara sok sibuk ngurusin dagangan kerjaan, kok jadi kagok gini yah mau nulis *padahal-mah-aslinya-emang-gak-bisa-nulis. 

sebenernya tulisan ini sengaja dibuat karena terinspirasi tulisannya mbak liliana thia disini tentang LDR. berhubung tema nya sangat menohok diri ini *hiks, jadilah pengen ikut ikut an nulis jugak tentang LDR atau long distance relationship (hubungan jarak jauh) ini. 

kalo ditanya, enak atau engga enak sih LDR an itu? pasti semua setuju jawab engga enak, secara memang hubungan macem begini rentan banget dan banyak tantangannya (kalo gak boleh disebut hambatan sih). tapi percayalah hai teman temin kawan kawin, meskipun sangat sulit untuk dijalani, setidaknya masih ada loh yang harus disyukuri dari kenyataan harus LDR an di jaman sekarang ini. apakah itu? ini dia jawabannya :


1. setidaknya jaman sekarang udah ada teknologi canggih macem HengPong alias HP. 
yaps, alhamdulillah ya sesuatu banget henpon itu, semoga penemunya mendapatkan balasan dari Allah SWT atas jasa2nya menemukan benda yang satu ini. helooohhh kebayang nggak sih kalo kondisi jauh2 an sama suwami trus enggak ada henpon, bisa dipastiin komunikasi gak lancar dan pastinya sih bakal sering miskom yakk. bawaannya curigaaa mulu dehh. apalagi coba kalo LDR an nya jaman dulu, pas masih musim telpon rumah, kebayang donk harus sering2 ngantri di warnet kalo mau telpon, atau kalo pake telpon ibu kost, harus gantian sama temen lain yang mau make telpon, oh nooo. udah gitu misalnya punya telpon rumah sendiri neh ya, jaman dulu kan belum ada wireless apalagi handsfree jadi susah lah kalo mau telpon sambil tidur2an, makan, pipis, boker *lho..ehh. so, saya masih bersyukur lah harus LDR di zaman serba canggih ini, setidaknya sekarang komunikasi lebih gampil dengan adanya henpon.

2. related sama post diatas, saya juga bersyukur jaman sekarang udah ada internet jadi kalo kangen akut bisa video conference di ym, skype-an ato bahkan sekarang udah ada BBM jugak kan ya, jadi kalo mau sharing poto bisa lebih cepat & mudah.

3. setidaknya sekarang ini tiket pesawat sudah jauuuh lebih murah dibanding beberapa tahun yang lalu. banyaknya airlines2 baru yang menawarkan harga promo murmer membuat persaingan para airline menggaet calon penumpang semakin ketat, dan mau tidak mau membuat maskapai sekelas g*ruda indonesia pun harus menyesuaikan harga tiket *haaa februari ada promo garuda lohh. harga tiket pesawat yang agak murah tentu saja sangat membahagiakan bagi saya yang kantongnya cekak pas pas an ini. bayangin kalo harus ber LDR an misalnya sepuluh tahun yang lalu dimana harga tiket masih mahal syekali, bisa bisa ketemuannya 3 bulan sekali sama suwami :D.

4. bersyukur untuk pasangan hidup itu sendiri.
meskipun harus LDR an, saya masih bersyukur loh karena setidaknya masih ada yang mau sama saya *eh.  maksudnya kan tidak semua orang punya pasangan hidup. ada yang masih harus terus mencari dan menemukan yang terbaik untuk bisa dijadikan pasangan hidup *turut mendoakan mereka. jadi yang sudah ketemu dan sudah dipersatukan Allah lewat pernikahan, harusnya senantiasa bersyukur, setidaknya ada teman berbagi suka duka meskipun harus LDR an

5. harapan bahwa LDR akan segera berakhir.
hihihihiii kalo ini sih saya sendiri yang berharap semua proses jarak jauh ini segera berakhir. persis seperti menyusuri lorong, saya yakin semua proses di dunia ini pasti ada akhirnya. dan lorong penantian berakhirnya LDR ini semogaaa segera sampai di ujungnya aminnnn.

sebegitu dulu kali ya, pasti masih banyak deh hal hal yang bisa disyukuri lainnya, mungkin saya aja yang belum kepikiran. semoga bermanfaat bagi yang membaca, setidaknya bisa menambah rasa syukur pada Allah meskipun sedang LDR an. apalagi yang enggak LDR an, semoga juga bisa semakin menjadi bersyukur dengan kondisi yang enggak semua orang bisa jalanin. konon katanya jika kita bersyukur, Allah akan menambah nikmat yang ada pada kita amiiiiiinnn.

at the end, happy weekend fellas, :)






Komentar

EnNO mengatakan…
Saya juga tertohok kalo ada yang ngomong tentang LDR. Hihihhihi... Tapi tetap setuju dengan dirimu, Dit, banyak yang harus kita syukuri....
Allisa Yustica Krones mengatakan…
Aku juga walo sekarang statusnya lagi gak LDR, tapi teuteup musti siap2 juga kalo2 sewaktu2 musti LDR lagi :D
Lyliana Thia mengatakan…
Hai Dit, gimana kabar2 nih? waks ternyata terinspirasi posting yg itu yah... emang nggak enak LDR itu sebenernya... kalau bisa sih jangan LDR yah.. ehehe..

tapi "keuntungan" LDR adalah kalau ketemuan kangennya udah kayak orang pacaran, dan waktu yg dimiliki benar2 dimanfaatkan berdua semaksimal mungkin.. :-D

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...