Langsung ke konten utama

asmaul husna

Bismillahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

waktu waktu malam begini, sendirian di tanah rantau, mencari sejumput rezeki untuk bertahan hidup, jauh dari suami dan keluarga, sering saya sebut sebagai WIBG (waktu Indonesia Bagian Galau). tidak dipungkiri saya merasa sendiri, kesepian, galau dan terpukul (halah lebay). dan waktu waktu seperti ini akan membuat saya merasa sedih jika mengingat kejadian kejadian yang menimpa saya dan keluarga akhir akhir ini. kepergian dua orang anggota keluarga kami berturut turut, bapak mertua di bulan Februari dan adik saya di bulan Maret.

tapi saya berusaha tetap semangat, karena dunia memang akan selalu berubah, dan mau tidak mau kita harus menghadapinya. saya ingat bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang, karena itulah akhir akhir ini saya berusaha menghafalkan Asmaul Husna. apa itu Asmaul Husna?

Asmaul Husna adalah nama nama Allah yang tersebut dalam Al Qur'an. Jumlahnya ada 99 buah. Allah berfirman : "Allah mempunyai asmaul husna, maka bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (QS Al A'raf 180).

saya berharap dengan menghafalkan Asmaul Husna bisa membuat hati menjadi lebih tenang. saya juga ingin lebih mengenal Allah, Tuhan yang telah menciptakan saya.

dan inilah hafalan Asmaul husna saya sampai sejauh ini : (hehe masih dikit sihh)
1. Ar Rahmaan (Yang Maha Pengasih)
2. Ar Rahiim (Yang Maha Penyayang)
3. Al Malik (Yang Maha Raja)
4. Al Qudduus (Yang Maha Suci)
5. As Salaam(Yang Maha Sejahtera)
6. Al Mu'min (Yang Maha Terpercaya)
7. Al Muhaimin (Yang Maha Memelihara)
8. Al Aziiz (Yang Maha Berkuasa)
9. Al Jabbaar (Yang Maha Kuat)
10. Al Mutakabbir (Yang Maha Berkehendak)
11. Al Khaaliq (Yang Maha Pencipta)
12. Al Baari' (Yang Maha Mengadakan)
13. Al Mushawwir (Yang Maha Pembentuk)
14. Al Ghaffaar (Yang Maha Pengampun)
15. Al Qahaar (Yang Maha Perkasa)
16. Al Wahhab (Yang Maha Pemberi)
17. Ar Razaq (Yang Maha Pemberi Rizki)
18. Al Fattah (Yang Maha Pemberi Rahmat)
19. Al 'Aliim (Yang Maha Mengetahui)
20. Al Qaabidh (Yang Maha Pengendali)
.....

baru 20 yang saya hafal...masih 79 lagi..semoga diberi kelancaran
aminnn

mari menghafallll..semangkaaa!!!!!!!!!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...