Langsung ke konten utama

harga mati untuk sebuah rasa

percakapan malam itu :

dit : aq kangen....
dot : bodoh.selalu saja...kamu selalu bodoh
dit : aq hanya manusia
dot : manusia yg punya harga diri...bukan manusia yg diperbudak oleh perasaannya
dit : aq perempuan
dot : perempuan yg kuat kan, spt ibumu, spt nenekmu, spt semua wanita tangguh yg pernah ada
dit : aq butuh eksistensi..selama ini aq terpinggirkan...aq tidak pernah diberi ruang
dot : kamu hanya butuh dibunuh...dibasmi..tanpa mu aq pasti jadi hebat, sudah terbukti kan...berkali2 ketika aq mengalahkanmu maka kita akan mencapai tujuan apapun....
dit : tapi kali ini aq ingin bersuara
dot : bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.
bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.bodoh.
dit : tapi aq juga bagian dari dirimu
dot : bagian dari diri yg ingin kuenyahkan
dit : tapi aq sudah tidak tahan..ingin meledak...tes...tes...tes...sebentar lagi pasti meledak
dot : ya meledak saja asal jangan sampai kau keluar...bagaimana aq bisa menghadapi dunia kalau menghadapimu saja tidak bisa.

-aditya mengeluh pada pakde ridho(yg sampai saat itu masih saja memberi tawaran utk jadi selingkuhannya...aaarrrrggggghhhh...bukan waktunya dan bukan solusinya..dan sampai kapanpun tidak akan pernah mau jadi perusak rumah tangga org..)-sms dikirim

sms diterima

sms dibalas : iyo ngerti.mnurutku, kw ngomong terus terang kr dhe-e, nek kw seneng dhe-e, sekali2 yo kw ojo gengsian...who knows if this love only happened once in a lifetime...

dit : see...i have to talk
dot : jangan bodoh.tidur saja besok pagi semua akan baik2 saja...selalu spt itu kan..kemaren komprominya jg spt itu sama anti
dit : tidak kali ini aq harus bicara, ini berbeda bukan spt tahun2 yg lalu
dot : kamu hanya akan jadi orang bodoh kalo tidak menurutiku
dit : lebih baik bodoh daripada kehilangan kesempatan utk bicara...

dit=rasa
dot=otak

dan akhirnya aq pun bicara...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...