Langsung ke konten utama

motu





KEROPPI ON A WHEEL


selalu saja ada kejadian unik saat pertama kali menaiki motu di kota yang baru saat mau menuju kantor...kutinggali


dulu waktu di palembang...hari pertama naik motu...


tiba2 bannya pecah persis di bundaran air mancur sebelum ampera...


waktu itu aq boncengan sama anti..sempet bingung meski akhirnya anti punya ide bagus


kami mnitipkan motu ke pos polisi...trus lanjut ke kantor..


pas istirahat baru motu diambil dari pos polisi...didorong lewat ampera


sampai tukang tampal ban...hehe lumayan menges juga...tp akan jadi kenangan yg selalu


bisa dikenang....





hari ini pertama kali naik motu di lampung....ada pohon tumbang ditengah jalan...


hehe ado ado bae


jd agak siang td sampainya ke kantor...sempet berfikir tuk nekat...motor diangkat..


biar bisa nglewatin pohon yang tumbang memenuhin badan jalan...


tapi tiba2 gergajinya datang dan mereka mulai menebang cabang2 pohon yang memenuhi jalan


mmm lagi2 kenangan yang bisa diingat





motu, motorku sejak aq kuliah...pertama kuliah...tahun 2001


sudah sempat berganti no plat motor dari H 5589 JZ ke H 2160 AH


sudah pernah melintasi laut jawa, menempuh perjalanan dari semarang ke palembang


dan kemudian dari palembang ke lampung....hebat kan


motorku yg tersayang...teman kemanapun aq pergi


motor yang sedikit banyak mengantarkanku jadi sarjana


mengerti semua suka dan duka yg kualami


teman yang tak pernah berkhianat...sahabat yang selalu mendengar meski aq tak bercerita


mungkin terdengar aneh karna bagi semua orang motor hanyalah benda mati


namun bagiku ia hidup meski tak berjiwa...


dia membalas meski tak terlihat..untuk setiap apa yang kita lakukan padanya...


entah kenapa aq percaya..motu...thank u so much ya....for everything...


Komentar

SUSILO mengatakan…
nkirain motu tuh motor tua, ternyata,

wah bukan lagi hebat, sampeyan iki klebu wanita perkasa, dari semarang sampe palembang terus ke lampung bawa motor
wis..wis..., bener2 perkasa

GANBATTE MBAK !!

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...