Langsung ke konten utama

forever n i'm gonna missed u

Meninggalkan semarang memang selalu menimbulkan rasa nyeri yg sama..
selalu saja…
bukan berarti palembang kota yg tak nyaman utk ditinggali…
hanya saja…semarang always become the place where I belong to.
lahir.. besar, bertumbuh dengan mengirup udaranya, meminum airnya, menapaki setiap jengkal tanahnya…semua di semarang…
rasanya seperti seumur hidupku tlah dihabiskan disini…
Semua yg kupunya ada disana, masa lalu, keluarga, teman-teman, dan siapa tau masa depanku hehe siapa yang tau...

mmmm setelah beberapa kali pulang kampung rasanya sama saja..
kegembiraan yg tak dapat diungkapkan ketika pertama kali menapakkan kaki di tanah semarang..
lalu dalam perjalanan pulang menuju rumah aq melewati jalan2 di kota ini…
entah mengapa hatiku ngilu…
perasaan tersakit ketika itu adalah mengetahui bahwa semuanya takkan pernah kembali seperti dulu lagi...
aq takkan menghabiskan seluruh waktuku lagi di kota ini..aq hanya bisa datang dan pergi lagi....

meninggalkan semua kenyamanan yg ada disini...makanan yg murah..orang2 yg selalu ramah...lingkungan yg telah sepenuhnya kukenal dgn baik...
ada hati yg terpaksa tertinggalkan disini...menggoreskan sedikit luka yg tak peduli bagaimanapun sulitnya utk dilupakan..
aq tetap harus melupakannya....mau tak mau...
pertama kali perasaan itu hidup dan akhirnya mati rasa...semua di kota ini juga...


dulu sekali waktu aq masih sangat kecil (waktu SD kayaknya) kupikir dunia ini, hidupku, harusnya berjalan seperti yg kumau...seperti yg kufikir paling baik terjadi...
thought that i could decided my own destiny…I finally realized…I couldn’t!!
ketika yg terjadi ternyata di luar akalku…rupanya Allah itu memang luar biasa hebat…
karna hidup yg akhirnya terjadi padaku lebih hebat,jauh lebiih tinggi dari apa yg kupikirkan…s e m p u r n a…saat itulah aq menyadari ternyata Ia memang Maha Tahu…
apa yg terbaik bagi aq dan bagi semua manusia juga pastinya…

sehingga saat kufikir sebaiknya hidupku ada di semarang saja…segalanya da disini…
dan sekarang kenyataannya aq tidak tinggal di semarang…mungkin itulah sebenarnya yg baik bagiku…karna ternyata ada yg lebih mengenal aq daripada diriku sendiri…
dan terima kasih…kepada Yang Maha Sempurna…untuk mengetahui segala apa yg ada di hati…untuk segala yg pasti lebih baik dan lebih indah bagiku…mesti saat ini tak kupahami…

dan masih…tetap berharap aq bisa pulang lagi..dan lagi…ke semarang lagi…tempat semuanya bermula bagiku…karna ada sebagian hati yg tetap ada disana…
that city….forever n i’m gonna missed u…..

Komentar

SUSILO mengatakan…
Semarang kuwi panas, abis tu juga sering banjir he..he..

mendingan di jogja, tentram, nyaman, pokoke berhati nyaman !

jogja, jogja, jogja,
he..he..
Promosi

Postingan populer dari blog ini

ramadhan kareem

alhamdulillah, bersyukur sekali rasanya hari ini masih diberi kesempatan untuk bertemu dan menjalankan puasa di bulan ramadhan. bulan yang dinanti-nanti kan semua umat, baik yang muslim maupun yang bukan, hehe soalnya kalo abis ramadhan kan ada lebaran yang mana cuti bersama nya lumayan panjang, ya to ya toooo eniwei, ramadhan taun ini ada 2 versi hari puasa pertamanya ya, ada yang puasa jumat (biasanya yang muhammadiyah), sedangkan kalo ikut pemerintah sih puasanya hari sabtu. saya sendiri sebenernya pengennya puasa ikut yg akhir alias hari sabtu terus lebarannya ikut yang awal alias ikut muhammadiyah hihihihi #opportunis. tapi entah kenapa pas hari jumat bangun tidur itu saya merasa kok ini seperti sudah masuk bulan ramadhan. iya, saya selalu merasa bulan ramadhan itu cuacanya berbeda dari bulan-bulan yang lain.  kalo sudah masuk ramadhan itu biasanya cuacanya enak, nggak terlalu panas tapi juga nggak hujan, semacam mendung merayu gitu lho #halah. trus anginnya juga sepo...

aku ada

Melukiskanmu saat senja Memanggil namamu ke ujung dunia Tiada yang lebih pilu Tiada yang menjawabku Selain hatiku dan ombak berderu Di pantai ini kau selalu sendiri Tak ada jejakku di sisimu Namun saat ku tiba suaraku memanggilmu Akulah lautan kemana kau selalu pulang Jingga di bahuku Malam di depanku Dan bulan siaga Sinari langkahku Ku terus berjalan Ku terus melangkah Kuingin ku tahu engkau ada

bersama 'garis batas'

do you ever falling in love with a book? i do, and this is one of it garis batas-agustinus wibowo buku ini bercerita tentang kisah nyata penulisnya, agustinus wibowo yang melakukan backpacker sendirian ke negara-negara di asia tengah. buku garis batas ini adalah buku keduanya setelah selimut debu yang juga menceritakan kisah backpackernya ke afghanistan.  saya suka buku ini karena berbeda dari buku-buku travelling yang pernah saya baca. kebanyakan buku-buku itu hanya menceritakan tentang objek wisata, tempat menginap, foto-foto narsis hehe, berbeda dengan garis batas yang menceritakan tentang budaya dari daerah tersebut, kemudian juga dengan bahasa hikmah, menuturkan kehidupan sosial dan kultural tempat-tempat yang disinggahi.tidak cukup hanya jalan-jalan di daerah itu, agustinus bahkan juga mempelajari bahasa daerah setempat dan menginap di rumah penduduk, benar-benar backpacker sejati lah. agustnus benar-benar menjelajahi suatu negara hingga ke kota-kota terpencil, k...